Barokah Shodaqoh

Barokah Shodaqoh

Kisah Nyata Seorang Ayah di Yaman~

Dikisahkan oleh:
Ustadz Mukhtar bin Rifa’i La Firlaz Hafizhahullah..

Beliau bercerita:

Dahulu di Yaman..
Ada seorang lelaki paruh baya yang rajin melaksanakan sholat berjamaah di masjid?, walaupun rumahnya jauh dari masjid..

Di kala itu belum ada penerangan listrik.. jadi penduduk masih menggunakan pelita? sebagai penerang dalam gelapnya malam.

Orang itu berangkat di waktu maghrib dengan membawa pelita ? dan makanan bersamanya..

Pelitanya ia gunakan untuk menerangi jalannya dan sebagai penerangan dimasjid?. Adapun makanan yang dia bawa sebagai santapan malamnya bersama orang yang sholat bersamanya.

Hal ini terus dilakukannya dan menjadi kebiasaannya untuk berbuat derma..

Suatu saat..
Dia dan anak-anaknya membutuhkan air untuk mengairi ladang mereka..
Akhirnya merekapun bersama-sama menggali sebuah sumur..

Ayahnya dibagian dalam untuk menggali, dan anak-anaknya berada diatas untuk membuang tanahnya..

Pacul terus beradu dengan tanah…
Lubang terus di gali..
Semakin dalam…
Dan semakin dalam..

Tiba- tiba…
Tanah diatasnya amblas…
Tiba-tiba tanah diatasnya runtuh dan menimbun sang ayah..

Hingga akhirnya ia pun tertimbun di dalam tanah yang dia tengah ia gali…

Anak-anaknya pun berusaha untuk menggali..
Mereka terus menggali, dan bertekad untuk dapat mengeluarkan ayah tercinta dari runtuhan tanah yang menimbunnya.

Namun sayang !
Usaha mereka tidak mendapatkan hasil…

Mereka sedih, karena sang ayah terkubur hidup-hidup didalam sumur itu…
Dan merekapun menyerahkan perkaranya kepada Allah..

Mereka pasrah dengan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah..

Tak terasa setahun telah berlalu… dua.. tiga… empat.. Sampai enam tahun berlalu..

Ladang menjadi luas, dan butuh banyak air untuk pengairan.. Akhirnya merekapun berembuk untuk menggali sumur.

Namun dimana lagi tempat yang pas untuk mendapatkan air?
Merekapun bermusyawarah.. berembuk…

Akhirnya tidak mereka temukan tempat yang pas selain tempat yang dulu, dimana ayah tercinta terkubur dan terpendam didalamnya…

Apa yang harus diperbuat..
Apakah mereka tetap harus menggali, atau tidak.
Sementara tanaman dan ladang butuh untuk di beri air.

Biar gak lama penasarannya…
Kita lanjutkan ceritanya…

Merekapun bingung…
Disatu sisi mereka menganggap itu sebagai kubur sang ayah..
Disisi lain, mereka butuh tempat itu..
Mereka butuh sumur itu sebagai sumber air bagi ladang mereka…

Dan keputusan pun dipilih.

Dengan berat hati, mereka tetapkan Akan menjadikan (tempat)nya sebagai sumur …

Sedianya lubang tetap akan digali kembali…
Kembali mereka menggali..
Kembali pacul beradu…

Tepat pada tempat dimana dulu ayahnya terkubur…

Dan sebuah kejadian mencengangkan terjadi..

Kejadian luar biasa yang menunjukkan rahasia ilahi.

Kejadian yang tidak mungkin bagi kita, bahkan bagi anak-anaknya untuk membayangkan dan menduga sebelumnya..

Apa itu  Betul-betul mencengangkan dan membuat mata tak mau berkedip..

Apa yang mereka temukan di dasar sumur itu..?!
Apa Sebuah jasad…

Tepatnya seorang tua yang masih bernyawa di dalam sumur!
Bernyawa

Na’am, bernyawa..

Ada orang hidup di dlam lubang itu. Na’am, shahih

Ternyata sang ayah tercinta masih hidup..
Masih bernyawa…
Enam tahun.. Selama itukah??!! Apa ini benar dan mungkin 

Jawabnya: “Apa yang tak mungkin bagi Allah..”

Na’am. Ia benar-benar hidup..

Dengan rambut dan kuku yang panjang, sang ayah masih hidup didalam lubang selama enam tahun. Allahu akbar 

“Idza qodhollahu bi amrin faqola lahu kun fayakun..”

Rahasia ilahi… Penasaran ya Afwan ya sengaja. Kita lanjutkan lagi…

Mereka pun mengambil dan mengangkat ayahnya ke atas…

Walau dengan tampilan seperti itu…Walau waktu yang lama…Mereka masih mengenal… Itu ayah ku.

Na’am.. Itu Ayah kami..

Selepas beberapa waktu, mereka menanyakan perihal yang terjadi.

Perkara yang tidak masuk akal ini. Rahasia dari keanehan ini.Bagaimana bisa sang ayah dapat bertahan didalam perut bumi, dalam waktu yang lama.

Tanpa makan dan minum. Tanpa bergerak, tanpa berganti busana, atau mandi sekalipun…

Sulit dinalar oleh akal ini. Enam tahun….
Ayah… Bisakah ayah ceritakan tentang kejadian ini  Tanya anak-anaknya kepada sang ayah….

Sang ayahpun mulai mengisahkan…

Ketika ayah tertimbun di dalam tanah.. Terkubur didalam lubang itu….

Alhamdulillah ada lubang atau celah  yang menjadi sebab ayah bisa bertahan hidup di dalamnya… Anak-anak nya terus mendengarkan dengan seksama… Dan sang ayahpun terus mengisahkan…

Dengan “goa”  itulah ayah tidak tertimbun dan tidak menjadi mayat di kala itu..

Lantas dari mana bisa bertahan selama ini?
Enam tahun, bukanlah waktu yang singkat…

Na’am..
Ayah hidup didalamnya selama itu.. tatkala gelap datang seseorang dengan membawa pelita dan makanan…

Dan ayah tak tahu siapa dia… Terus dan terus seperti itu.

Ada cahaya ? yang menghampiri…
Menemani dalam kesendirian.
Menerangi dalam kegelapan…
Begitupun makanan..

Siap santap disaat lapar…
Terus menerus selama enam tahun..
MasyaAllah..

Sang Ayah pun mengingatkan.. mungkin ini merupakan pahala yang Allah segerakan dari apa yang ayah lakukan..

Dengan membawa pelita? untuk menerangi orang sholat..
Dan memberi makan mereka yang sholat di masjid… MasyaAllah…

Dan memang benar..
Ketika mereka menemukan sang ayah di dalam lubang itu, ayahnya dalam keadaan bugar dan gemuk..

Tak ada tanda lemas ataupun kurus karena tak makan..

Dan ia pun tetap bisa bertahan hidup dalam perut bumi selama enam tahun..
MasyaAllah Allahu Akbar..
Wallah ‘ala kulli sya’in qodiir..
Saudaraku, beramallah…

Bershodaqohlah

Tidak akan rugi sedikitpun, apa yang telah antum keluarkan dijalan Allah..

Bisa jadi Allah membalas amalmu didunia dengan balasan yang disegerakan, atau di akhirat dengan jannah…

Catatan:
———–
Kisah ini terjadi di propinsi Baidho’ -yaman.
Sebagaimana dinyatakan sebagian ikhwah…
Ada yang menyatakan 6 thn, ada juga 7 thn, bahkan lebih dari itu…

Namun pastinya kisah ini ma’ruf dan benar-benar terjadi…

Ambillah pelajaran penting yang tersirat didalamnya…

Semoga kita selalu mendapatkan taufiq dari Allah Ta’ala agar senantiasa kokoh diatas Sunnah. Dan Semoga bermanfaat.

Wallaahu a’lam.
____________________
Sumber:
Postingan al akh Rana Abdulloh di forward dari koordinator 1 forum KIS 3
via Whatsapp ITS2
BB Dakwah Ahlussunnah

Keajaiban Sedekah Pada Anak Yatim

Keajaiban Sedekah Pada Anak Yatim

pada tanggal 7 desember 2008, saya mengikuti ujian cpns kabupaten batang. Pada saat itu saya sedang menderita sakit fisik maupun sakit batin………………………. sakit fisik karena saya sedang berada di puncak flu berat, sakit batin karena saya baru saja tertekan karena gagal dalam wawancara departemen kelautan dan perikanan di sidoarjo………..

sore hari pada h-1 sebelum hari ujian, saya sudah berada di tempat ujian, selain untuk memeriksa ruang ujian, sekalian saya menginap di masjid kompleks ujian di SMK Nusantara Batang……… ternyata kompleks SMK Batang merupakan kompleks pendidikan yang menyatu dengan asrama yatim piatu……… agak kikuk juga sich waktu pertama kali sholat maghrib dan isya di sana………..habis penampilanku kayak orang udik……………hihihi………..
waktu terus berlalu dan kemudian tibalah saatnya untuk mencoba memejamkan mata……sambil membunuh kesepian dengan sms-an dengan gadis pujaan……….hehehe…kebetulan waktu itu malam minggu dan saya sendirian menginap di masjid tersebut……..karena peserta yang lain pada membooking hotel di pekalongan sampai kabarnya hotel/penginapan2 di sana penuh……tapi tidak apa-apa, sudah saya tekati (bertekad) dari rumah bahwa sebelum berhasil memang harus laku prihatin (bersusah payah) dulu……………….
kemudian pada sekitar jam sembilan ada ibu beserta beberapa orang anak wanita menghampiri saya dan menyapa sambil membuka kunci masjid supaya saya tidur di dalam saja…………………di luar dingin katanya………….subhanallah……………….ibu ini sama sekali tidak menaruh curiga pada saya (nggak seperti kebanyakan orang jaman sekarang yang curigaan). akhirnya saya pun memindahkan tas bawaan saya ke dalam………dan kemudian mengobrol dengan seorang anak laki-laki yang kerap menginap di masjid tersebut, tak lupa, Bapak takmir masjid tersebut- saya lupa namanya- Bapak dari seorang pengusaha catering besar di Batang (semoga cateringnya makin laris ya………….) menghampiri dan menyapa saya untuk sekedar ngobrol ngalor-ngidul.
Dari obrolan itulah baru saya ketahui bahwa kompleks SMK Nusantara tersebut menjadi satu dengan asrama anak yatim………………………………subhanallah……ternyata mereka pengertian sama saya dengan membukakan pintu masjid dan menyuruh saya masuk ke dalam masjid dan menyuruh tidur di dalam…………………….semoga Allah merahmati mereka. coba kalo saya menginap di kompleks perumahan orang borju, dah pasti saya diusir…………..hehehe….
singkat cerita selangkah kemudian saya mencoba memejamkan mata di dalam masjid,tapi tidak bisa karena saya justru sedang mengalami puncak flu berat yang saya alami………….hidung saya meler………..bersin keras………..dsb. saya sudah pasrah dengan ujian saya esok dengan kondisi yang kurang memungkinkan tersebut. sampai pada suatu pagi, saya mencoba sedikit mencari udara segar pagi hari setelah subuh sambil cari makan, tetapi makanan tersebut bukan untuk saya………tapi saya bungkus untuk saya berikan pada anak yatim di sana…….
singkat cerita kemudian, saya berterimakasih dengan bapak takmir masjid tersebut , sambil menyerahkan amplop 20 ribu kepada bapak takmir tersebut……untuk kesejahteraan masjid saya bilang……….tapi bapak tersebut menolaknya…….saya tetap bersikeras dan memaksa bapak tersebut untuk menerima uangnya………bukan untuk bapak tersebut, melainkan untuk kesejahteraan masjid (bapak tersebut udah kaya kok…………..orderan cateringnya udah menguasai kota pekalongan segala……hehehe). Akhirnya Bapak tersebut bilang ke saya: ” berikan saja uangnya kepada anak-anak yatim itu……………pasti barokah”. saya tambah semangat, lha wong mereka anak yatim, kekasih Allah, dan saya mempercayai betul ucapan bapak tadi. Dengan semangat 45 saya berikan saja nasi bungkus dan uang 20 ribu tadi kepada anak yatim tersebut.
cerita berikutnya berlanjut ke ujian………
saat ujian saya betul2 tersiksa dengan kondisi tubuh saya yang masih mengalami flu berat tersebut……….selama di ruang ujian, saya selalu slendap-slendup (nggak tau bahasa betawinya akh………., keseringan baca the jakarta post sih, jadi kurang bisa mengartikan ke bahasa gaul hehehe…) karena hidung saya terus meler. akhirnya saya tidak bisa mengerjakan soal dengan maksimal. berikut persentasinya:
1. Mengerjakan soal dengan yakin = sekitar 15-20 persen
2. Mengerjakan soal dengan setengah yakin=60 persen
3. Mengerjakan soal dengan sangat nggak yakin= 10 persen.
4. mengerjakan soal dengan awur-awuran (sama sekali hanya menebak) = 15 persen.
akhirnya saya hanya pasrahkan saja hasilnya………….Pikiran rasional saya mengatakan bahwa peluang saya kecil sekali.
cerita berikutnya………..
teman saya yang baru saja berhasil lolos seleksi cpns di depkeu mengajak saya untuk bersenang-senang merayakan kelolosannya dengan menginap di hotel berbintang di kawasan malioboro yogya………..tapi saya tolak, karena jelas nggak barokah…….sebagai gantinya saya mengusulkan agar membagi sedekah saja kepada kalangan nggak mampu. Kemudian kami sepakat dan beberapa hari kemudian kami meluncur ke kawasan kota lama Semarang untuk membagikan nasi bungkus kepada para tukang becak disana……………dan masya Allah…….inilah realita kemiskinan yang selama ini tidak pernah saya lihat, banyak kakek-kakek yang masih menjajakan tenaganya menarik becak untuk mencari sesuap nasi………..di tengah guyuran hujan dan genangan banjir…………..masya Allah………selama ini saya hanya bisa bersenang-senang dan buta terhadap masalah ini……kalaupun saya mendengar kemiskinan yang amat sangat, itu hanya saya saksikan di TV dan Koran, lha wong kenyataannya penjualan motor di negara kita naik terus, dan motor teman saya selalu baru-baru.
Pada waktu itulah dibukakan mata saya bahwa kemiskinan dan kesenjangan tidak hanya ada di TV, tapi betul2 di depan mata kita…………..di sekeliling kita……………saudaraku.

Pada sekitar tanggal 28 desember, saya melamun di tangga pintu utama masjid baiturahman semarang……………..memikirkan jodoh dan pekerjaan……….saat itulah saya didatangi dua pengemis cilik……langsung saja mereka berdua saya beri masing-masing Rp.500, pengemis kedua, gadis kecil lalu bilang ke saya kalau dia mendoakan saya supaya saya dapat rejeki banyak…………..langsung saja saya terloncat kegirangan………..karena saya baru saja membayangkan dapat istri cantik. Ah, siapa tahu habis ini saya dapet jodo cantik…………….dan kemudian……………….

Seiring waktu berlalu tanggal 31 Desember pagi kakak saya menelepon, dan katanya saya masuk dan ketrima. Langsung saja saya berteriak alhamdulillah……..histeris……..dan langsung meluncur membeli Jawa Pos terbitan hari itu yang dijual agak mahal karena ada info pengumuman seleksi pengadaan CPNS. Segera saja saya membuka halaman pengumuman Pengadaan CPNS Kabupaten Batang tahun 2008 untuk formasi arsiparis, nomor 2, dengan nama BAGUS PRIYATMOKO. Alhamdulillah………….ya Allah.
ya Rob……………terimakasih beribu-ribu kali hanya untukmu……………………dan maafkan hambamu bila selama ini selalu berprasangka buruk terhadapmu…………………………………………………………………Rob……………terimakasih beribu-ribu kali hanya untukmu……………………dan maafkan hambamu bila selama ini selalu berprasangka buruk terhadapmu…………………………………………………………………

Rahasia Sedekah

Rahasia Sedekah

Kisah dari seorang sahabat…

Jum’at lalu, saya berangkat ke kantor dengan dada sedikit berdegub. Melirik ukuran bensin di dashboard motor, masih setengah. “Yah cukuplah untuk pergi pulang ke kantor”.

Namun, bukan itu yang membuat dada ini tak henti berdegub. Uang di kantong saya hanya tersisa seribu rupiah saja. Degubnya tambah kencang karena saya hanya menyisakan uang tidak lebih dari empat ribu rupiah saja di rumah. Saya bertanya dalam hati, “makan apa keluarga saya siang nanti?” Meski kemudian buru-buru saya hapus pertanyaan itu, mengingat nama besar Allah yang Maha Melindungi semua makhluk-Nya yang tawakal.

Saya berangkat, terlebih dulu mengantar si sulung ke sekolahnya. Saya bilang kepadanya bahwa hari ini tidak usah jajan terlebih dulu. Alhamdulillah ia mengerti. Soal pulangnya, ia biasa dijemput tukang ojeg yang –sukurnya- sudah dibayar di muka untuk antar jemput ke sekolah.

Sepanjang jalan menuju kantor saya terus berpikir, dari mana saya bisa mendapatkan uang untuk menjamin malam nanti ada yang bisa dimakan oleh isteri dan dua putri saya. Urusan besok tinggal bagaimana besok saja, yang penting sore ini bisa mendapatkan sesuatu untuk bisa dimakan.

Tiba di kantor, tiba-tiba saya mendapatkan sebungkus mie goreng dari seorang rekan kantor yang sedang milad (berulang tahun). Perut saya yang sejak pagi belum terisi pun mendesak-desak untuk segera diisi. Namun saya ingat bahwa saya tidak memiliki uang selain yang seribu rupiah itu untuk makan siang. Jadi, saya tangguhkan dulu mie goreng itu untuk makan siang saja.

Sepanjang hari kerja, terhitung dua kali saya menelepon isteri di rumah menanyakan kabar anak-anak. “sudah makan belum?” si cantik di seberang telepon hanya menjawab, “Insya Allah,” namun suaranya terasa getir. Saat itu, anak-anak sedang tidur siang.

Pukul lima sore lebih dua puluh menit saya bergegas ke rumah. Sebelumnya saya sudah berniat untuk menginfakkan seribu rupiah di kantong saya jika melewati petugas amal masjid yang biasa ditemui di jalan raya. Sayangnya, sepanjang jalan saya tidak menemukan petugas-petugas itu, mungkin karena sudah terlalu sore. Akhirnya, sekitar separuh perjalanan ke rumah, adzan maghrib berkumandang. Motor pun terparkir di halaman masjid, dan seketika mata ini tertuju kepada kotak amal di pojok masjid. “bismillaah…” saya masukkan dua koin lima ratus rupiah ke kotak tersebut.

Usai sholat, setelah berdoa saya meneruskan perjalanan. Tapi sebelumnya, tangan saya menyentuh sesuatu di kantong celana. Rupanya satu koin lima ratus rupiah. Kemudian saya ceploskan lagi ke kotak amal yang sama.

Sesampainya di rumah, isteri sedang memasak mie instan. Semangkuk mie instan sudah tersaji, “kita makan sama-sama yuk…” ajak si manis. Kemudian saya bilang, “abang sudah kenyang, biar anak-anak saja yang makan”. Anak-anak pun lahap menyantap mie instan plus nasi yang dihidangkan ibu mereka. Rasanya ingin menangis saat itu.

***

Keesokan paginya, isteri menggoreng singkong untuk sarapan. Alhamdulillah masih ada yang bisa dimakan. Sebenarnya hari itu masih punya harapan. Seorang teman isteri beberapa hari lalu meminjam sejumlah uang dan berjanji mengembalikannya Sabtu pagi. Namun yang ditunggu tidak muncul. Bahkan ketika terpaksa saya harus mengantar isteri menemui temannya itu, pun tidak membuahkan hasil.

Tiba-tiba telepon saya berdering, “Pak, saya baru saja mentransfer uang satu juta rupiah ke rekening bapak. Yang empat ratus ribu untuk pesanan 20 buku bapak yang terbaru. Sisanya rezeki untuk anak-anak bapak ya…” seorang sahabat dekat memesan buku karya saya yang terbaru.

Subhanallah, Allahu Akbar! Saya langsung bersujud seketika itu. Saya hanya berinfak seribu lima ratus rupiah dan Allah membalasnya dengan jumlah yang tidak sedikit. Ini matematika Allah, siapa yang tak percaya janji Allah? Yang terpenting, siang itu juga saya buru-buru mengeluarkan sejumlah uang dari yang saya peroleh hari itu untuk diinfakkan.

***

Saya bersyukur tidak memiliki banyak uang maupun tabungan untuk saya genggam. Sebab semakin banyak yang saya miliki tentu semakin berat pertanggungjawaban saya kepada Allah.

Beberapa kisah Sedekah

Beberapa kisah Sedekah

Assalamualaikum, Salam ukhuwah ustadz dari saya. Seusai seminar ustadz menganjurkan sedekah bagi semua peserta.Waktu itu uang tinggal 40 ribu lagi, belum waktu itu bensin mobil sedikit lagi,terus perut keroncongan. Tetapi saya ingin bersedekah untuk meyakinkan perkataan yang disampaikan ustadz.Saya sedekahkan uang 20 ribu ke Dompet keajaiban Sedekah,yang 20 ribunya lagi saya belikan bensin.

saya bingung waktu itu,saya makan bagaimana,terus saya mampir ke ATM tuk cek uang. Allahu akbar, di ATM ada yang transfer 200 ribu. Entah dari siapa uang itu. saya ambil 100 ribu untuk makan. sisanya 100 ribu ana sedekahkan lagi ke Dompet keajaiban Sedekah. Alhamdulillah,besoknya saya dapat uang 1 juta dari teman. Kejadian ini terus berlanjut sampai sekarang.dan saya dawamkan untuk sedekah terus setiap hari. Saya yakin sekarang dengan sedekah,masalah saya bisa teratasi dan selesai sedikit demi sedikit.terimakasih ustadz atas tausiyahnya. Hormat saya.
Sugeng – Cimahi.

Berobatlah Dengan Sedekah

Istri saya haidnya tdk normal, yaitu terus menerus keluar darah walau sedikit selama 3 bulan berturut-turut setiap hari, saya bawa ke dokter, diperiksa dan diberi resep, kami beli obat dan istri saya meminumnya sesuai anjuran, setelah obat habis darah haid masih tetep keluar terus menerus, kami datang lagi kedokter istri saya diperiksa dan di beri resep, kami beli obat lagi, tapi hasilnya masih nihil tidak ada perubahan,kami datang lagi kedokter disarankan istri saya agar di kiret, kami nurut, istri saya menjalani kiret, setelah kiret dilaksanakan jarak 2 minggu istri saya masih tetap haid yg tak berhenti atau terus menerus, artinya usaha saya sia2.akhirnya saya bersedekah ke Dompet keajaiban Sedekah, subhanalloh cuma butuh waktu 2 minggu saya bersedekah, istri saya haidnya banyak banget, tetapi setelah satu minggu langsung berhenti, dan subhanalloh haid istri saya kembali normal seperti layaknya wanita yg lain sampai sekarang ,padahal kejadiannya bulan agustus 2006.hampir setahun. bagaimanapun juga hanya Alloh lah yang bisa mencabut semua penyakit di badan kita, bukan dokter ataupun obat-obatan.maka dari itu mari kita “sogok” Alloh dengan sedekah, jangan “sogok” pejabat aja!
Johan – Makasar

Subhanallah…20.000 Jadi 2.000.000,-

Ass.Wr.Wb Berawal dari PHK disebuah perusahaan Consultan Arsitektur saat bulan Romadhon kemarin berlangsung.sa…..ngat bingung untuk bagaimana saya menyikapi masalah itu.karena banyak hal yang harus saya pikirkan dan saya pecahkan, seperti kebutuhan intern dan ekstern dll. Sebelum menjelang Lebaran saya bersedekah ke Dompet keajaiban Sedekah sebesar Rp. 20 rb (maaf tanpa bermaksud Ria),walaupun saya sedang dilanda bingung yang jarang terjadi pada waktu itu, saya berharap kepada Alloh SWT semoga memberikan ketenangan dan mencarikan jalan keluar untuk permasalah yang saya hadapi,khususnya dalam segi materi.Lebaran telah tiba dan selang beberapa hari kemudian saya ditawari oleh teman saya untuk kerja Freeland dengan Orang Dubai untuk mengerjakan gambar Proyek daerah Oman Arab Saudi dengan upah 400.000 perhari yang saya ajukan.setelah 5 hari bekerja dan selesai,maka Mr.Harits rekan nya Mr Sanjai Shing memberi imbalan Rp.2.000.000,-tanpa tawar menawar terlebih dahulu.Subhanallah….. saya baru ingat mungkin itu adalah Shodaqoh yang saya berikan waktu itu. Maka tiada keraguan atas Kehendak Kuasa NYA.Sodaqallahul adziiim
Beni – Bali

Ayahku Rajin Bersedekah Pergi Haji Dimudahkan

Saya adalah seorang anak dimana orangtua saya selalu mengajarkan kita untuk rajin bersedekah, beliau selalu memberi kepada orang yg memerlukan dan meminta bantuan contohnya beliau rajin sekali bersedekah ke Dompet keajaiban Sedekah. Pada tahun 2008 orangtuaku berniat pergi haji papa seorang pegawai Swasta dan sudah lama ingin untuk pergi ketanah suci pada awal tahun 2008 papa dan mama mendaftarkan untuk pergi haji dan sudah bayar seperempatnya dari pendaftaran, dan beberapa bulan kemudian papa diharuskan melunasi semua pendaftaran haji ya sekitar 40 juta tapi pada saat itu papa belum memiliki uang sebesar itu sedangkan hasrat papa untuk lekas berangkat haji sudah besar, pada suatu hari ya pertengahan tahun 2009 papa ingin berkonsultasi ke bank rujukan dimana untuk bayar haji…dan memang papa harus melunasi semua ongkos haji baru bisa berangkat haji pada saat di Bank tersebut papa bertemu dengan temannya dia seorang pengusaha dan akan menabungkan uangnya dan papa ditanya mo daftar haji ya pak, ‘ ya’ papa menjawab terus papa katakan kalau uang yg didaftarkan tidak cukup lalu temen papa tersebut meminjamkan uangnya sejumlah 40 juta tersebut dan papa langsung disuruh cepat daftarkan dan dia katakan juga jangan bingung untuk tahu cara balikin pinjaman tersebut karena dia tahu papa nanti akan balikin uang pinjaman tersebut. Dia juga mengucapkan selamat kepada papa dan mama yang akan pergi haji…papa sungguh terharu atas bantuan temannya tersebut dan tidak terbayangkan dia sebaik itu meminjamkan uang sebesar itu langsung pada saat di bank itu uang yg dia akan tabung tapi langsung aja dia berikan ke papa….
Irfan – Surabaya

Diganti Dengan Yang Lebih Besar

Saya seorang hamba Alloh yang merasakan karunia yang tak terhingga berkat sedekah, atau sesuatu yang saya keluarkan. Disini saya ingin menceritakan kisah hidup saya, yang menjadi inspirasi bagi saya pribadi untuk tetap mengulurkan tangan, Untuk tetap menjaga tangan selalu di atas, dan untuk tetap menjadi perpanjangan tangan dari Allah kepada orang lain. Saya mengalami pengurangan karyawan di perusahaan saya, hanya bisa pasrah pada saat menerima uang pesangon, Tidak banyak yang bisa saya lakukan selain menitipkan persoalan ini ke yang Maha Kuasa. Mungkin ini teguran bagi saya, Yang ada dalam pikiran saya hanyalah itu, satu hari setelah tidak bekerja lagi saya memutuskan untuk mencari kerja setelah Bulan ramadhan, saya ingin memusatkan diri saya untuk beribadah ke yang Maha Merencanakan, tapi itulah hanya rencana Saya, keesokan harinya, seseorang dari perusahaan saya memberikan beberapa referensi untuk mengirimkan CV, maka Dengan Bismillah saya mengirimkan itu, sambil berdoa, “jika ini rezeki hamba, maka mudahkanlah, sebenarnya hamba ingin Memusatkan berpuasa di bulan ramadhan”. Alhamdulillah saya mendapat panggilan kerja, hanya setelah 1 minggu dirumah, proses Demi proses saya lalui, hingga tibalah keputusan untuk menandatangani kontrak. Subhanallah, baru dapat pesangon ternyata Rezeki saya dialirkan kembali oleh Yang Maha kaya. Inilah yang menjadi inti testimony saya, setelah terkena PHK saya rajin bersedekah ke Dompet keajaiban Sedekah minimal Rp.10.000 begitu Saya akan transfer yang terakhir kali, saya mendapatkan uang saya bertambah, saya bingung, uang siapa, apakah ada yang salah transfer, untuk itu Saya memastikan dulu uang itu dari mana. Akhirnya buku saya print, subhanallah, ternyata Uang tersebut dari kantor lama saya yang merupakan uang THR. Saya tidak dapat membayangkan betapa Alloh sangat sayang sama Saya, rezeki dengan rezeki Dia kirimkan kepada saya, akhirnya saya selalu rajin bersedekah. Selang satu minggu kemudian, saya mendapatkan tambahan lagi, itu merupakan gaji pertama saya diperusahaan yang baru padahal saya Baru bekerja 2 minggu, Alhamdulillah, Alloh telah mengabulkan doa-doa saya, insya Alloh saya tidak menjadi hamba yang riya dan sombong, Saya yakin ini hanyalah titipan Alloh yang harus saya keluarkan kembali untuk orang-orang yang membutuhkan.
Fajar – Tangerang

Alhamdulillah Berkat Sedekah Anak Sembuh Dari Sakit

Kejadiannya pada saat anak kami berumur 1 tahun waktu itu mengalami sakit buang-buang air yang sangat hebat sampai berat badannya turun 2kg pada mulanya kami anggap itu biasa tapi sudah hampir 3 hari tidak kunjung sembuh, kami sudah ikhtiar dengan membawanya ke klinik terdekat tetapi belum ada kemajuan. Karena kondisi anak yang kian melemah maka kami memutuskan membawanya ke rumah sakit al hasil keputusan dokter anak kami harus segera diopname tetapi kami menolak karena faktor keuangan setelah itu kami membawanya kembali kerumah dengan membawa 3 botol cairan yang diberikan dokter untuk diminumkan ke anak, tetapi belum juga ada kemajuan yang berarti. Akhirnya kami teringat tausiyah Ust yusuf Mansur tentang keajaiban sedekah, lalu kami mentransfer uang Rp.150.000 ke Dompet keajaiban Sedekah dan apa yang terjadi Alhamdulillah pada hari itu juga anak kami sembuh. “Subhanallah..Allahu Akbar… ini keajaiban bersedekah
Syarif – Bandung

Menyumbang dengan Keikhlasan Hati karena ALLOH SWT

Bapak Mulyono terlilit hutang bermilyar-milyar, bahkan semua harta dan rumah yang beliau miliki akan disita oleh pihak bank. Apa saja yang disumbangkan dengan hati ikhlas, insya ALLOH SWT akan mengangkat segala kesulitan kita.Beliau transfer ke Dompet keajaiban Sedekah sisa uang ditangan sebesar Rp. 300.000 dengan ikhlas dan mata terpejam “Kriiinggg..”, telpon genggam Pak Mulyono berdering tak berapa lama setelah menyumbangkan uangnya. Beliau masih belum percaya adanya keajaiban sedekah karena proposal proyeknya telah disetujui. “Hari Eksekusi” pun tiba, Petugas bank belum datang juga. Dengan hati galau beliau menerima telp petugas bank yang mengabarkan bahwa penyitaan dibatalkan karena proyeknya disetujui. Subhanallah… “Betapa hati saya sungguh terharu, dan direkening bank saya telah masuk uang sebesar Rp. 2 Milyar “Subhanallah..Allahu Akbar… ini keajaiban bersedekah
Mulyono – Jakarta

Sedekah Menentramkan Hati

Saya seorang pendosa,dan saya dikejar-kejar oleh dosa itu.rasa penyesalan ini tak pernah hilang dalam hati,selalu membayangi diri disetiap waktu.hati dan otak saya penuh dengan rasa takut yang amat sangat terhadap azab allah,sehingga membuat saya stres berat. namun saya selalu mendekatkan diri pada allah, seraya selalu berdoa memohon ampun atas dosa-dosa besar yg aku lakukan,dan memohon petunjuk.YA..ALLOH saya harus bagaimana..?,suatu hari saya pergi dan dapat brosur tentang dompet keajaiban sedekah, lalu saya lakukan transfer sebesar Rp. 100rb ke Dompet keajaiban Sedekah, memang tidak seberapa yg saya beri. seketika itu saya meneteskan air mata dan berlalu pergi.setelah itu hal yg luar biasa terjadi pada saya,saya berangsur-ansur menjadi lebih tenang,lebih yakin atas ampunanan ALLOH dan semenjak itu ALLOH selalu memberikan petunjuk pada saya,semakin mantab hati ini, bahwa saya akan diampuni jika pertaubatan saya sunguh-sungguh.
Agus – Bandung

Sedekah membawa berkah

Alhamdullilah syukur ku ucapkan pada allah, setelah satu tahun kami menikah, kami belum juga mendapat keturunan, sempat terpikir apakah ada masalah dengan kesuburan kami, dan sudah banyak tetangga yang mencibir bahwa istri saya mandul, setiap istri saya mengalami datang bulan, dia selalu menangis, akhirnya saya mencoba memutuskan untuk bersedekah dengan menstranfer uang Rp. 20.000 setiap hari ke Dompet keajaiban Sedekah selama bulan ramadhan, dan setelah 1 bulan setelah ramadhan alhamdulilah istri saya hamil dan dalam masa kehamilan istri saya ini luar biasa rezeki yang saya terima hampir setiap hari penghasilan dari jual & servis komputer saya 200rb-500rb perhari ( LUAR BIASA )
Suhartono – Bogor